HUMAS PEMERINTAHAN : Antara Sistem dan Profesionalisme Hubungan Masyarakat atau Public Relations adalah hal yang tidak asing lagi bagi sebuah intitutsi ataupun organisasi . Banyak institusi yang sudah mulai menyadari pentingnya fungsi Humas dalam dalam meningkatkan kepercayaan public dan citra positif institusi. Keberadaan Humas mulai menjadi daya tarik tersendiri saat ini dengan semakin kompleknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh sebuah institusi. Fungsi Humas sebaiknya tidak hanya sebagai “ Tukang Kliping Pemberitaan-pemberitaan yang berkaitan dengan institusi , tetapi harus lebih dimanfaatkan dengan lebih baik. Humas Pemerintah harus bisa menjadi penghubung antara institusinya dengan publik internal nya ataupun publik eksternalnya.
Fungsi Humas pemerintah yang ideal adalah ketika mereka berada pada tataran Top Management seperti di Perusahaan-perusahaan swasta Nasional ataupun Multinasional. Fungsi Humas saat ini bisa dikategorikan berada pada tiga level, yaitu Low Management, Middle Management, dan Top Management. Saat ini banyak institusi ataupun organisasi yang menempatkan fungsi humas hanya berada pada level Low Management ataupun Middle Management, padahal sebenarnya Humas dapat bekerja dengan maksimal ketika mereka ada pada level Top Management.
Apa yang membedakan level-level ini ? hal yang paling mendasar yang menjadi pembeda di level manakah sebuah fungsi Humas berada adalah ketika berada di Low Management Humas biasanya kurang didengarkan dan hanya menjadi pelengkap bagi sebuah institusi ataupun organisasi, ketika berada di level Middle Management Humas sudah mulai memiliki pengaruh dan berperan cukup besar dalam institusi namun tetap saja dalam level ini Humas tidak bisa langsung berkomunikasi dengan Pimpinan karena ada birokrasi ataupun jalur yang harus dilewati oleh seorang Humas sebelum bisa berkomunikasi langsung dengan pimpinan. Yang menjadi masalah adalah ketika sebuah intitusi ataupun lembaga menghadapi sebuah masalah yang krusial dan berdampak cukup besar terhadap institusi mereka, sedangkan sistem menuntut bahwa ada koridor yang harus dilalui sebelum bertemu pimpinan, maka fungsi Humas menjadi dilematis, sedangkan pada level Top Management ketika Fungsi Humas dapat berada pada level ini dengan mudahnya akses ke pimpinan dan juga keberadaan yang krusial bagi institusi tentu saja Humas dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan maksimal. Humas memang tidak berada pada tataran Decision Maker, tetapi Humas lebih kepada Adviser bagi pimpinan sebuah intitusi ataupun organisasi. Keputusan tetap berada pada pimpinan tetapi Humas dengan fungsi Advise nya bisa dengan cepat memberikan saran-saran dan analisisnya mengenai permasalahan yang dihadapi oleh sebuah institusi.
HUMAS PEMERINTAHAN : Antara Sistem dan Profesionalisme
Hubungan Masyarakat atau Public Relations adalah hal yang tidak asing lagi bagi sebuah intitutsi ataupun organisasi . Banyak institusi yang sudah mulai menyadari pentingnya fungsi Humas dalam dalam meningkatkan kepercayaan public dan citra positif institusi. Keberadaan Humas mulai menjadi daya tarik tersendiri saat ini dengan semakin kompleknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh sebuah institusi. Fungsi Humas sebaiknya tidak hanya sebagai “ Tukang Kliping Pemberitaan-pemberitaan yang berkaitan dengan institusi , tetapi harus lebih dimanfaatkan dengan lebih baik. Humas Pemerintah harus bisa menjadi penghubung antara institusinya dengan publik internal nya ataupun publik eksternalnya.
Fungsi Humas pemerintah yang ideal adalah ketika mereka berada pada tataran Top Management seperti di Perusahaan-perusahaan swasta Nasional ataupun Multinasional. Fungsi Humas saat ini bisa dikategorikan berada pada tiga level, yaitu Low Management, Middle Management, dan Top Management. Saat ini banyak institusi ataupun organisasi yang menempatkan fungsi humas hanya berada pada level Low Management ataupun Middle Management, padahal sebenarnya Humas dapat bekerja dengan maksimal ketika mereka ada pada level Top Management.
Apa yang membedakan level-level ini ? hal yang paling mendasar yang menjadi pembeda di level manakah sebuah fungsi Humas berada adalah ketika berada di Low Management Humas biasanya kurang didengarkan dan hanya menjadi pelengkap bagi sebuah institusi ataupun organisasi, ketika berada di level Middle Management Humas sudah mulai memiliki pengaruh dan berperan cukup besar dalam institusi namun tetap saja dalam level ini Humas tidak bisa langsung berkomunikasi dengan Pimpinan karena ada birokrasi ataupun jalur yang harus dilewati oleh seorang Humas sebelum bisa berkomunikasi langsung dengan pimpinan. Yang menjadi masalah adalah ketika sebuah intitusi ataupun lembaga menghadapi sebuah masalah yang krusial dan berdampak cukup besar terhadap institusi mereka, sedangkan sistem menuntut bahwa ada koridor yang harus dilalui sebelum bertemu pimpinan, maka fungsi Humas menjadi dilematis, sedangkan pada level Top Management ketika Fungsi Humas dapat berada pada level ini dengan mudahnya akses ke pimpinan dan juga keberadaan yang krusial bagi institusi tentu saja Humas dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan maksimal. Humas memang tidak berada pada tataran Decision Maker, tetapi Humas lebih kepada Adviser bagi pimpinan sebuah intitusi ataupun organisasi. Keputusan tetap berada pada pimpinan tetapi Humas dengan fungsi Advise nya bisa dengan cepat memberikan saran-saran dan analisisnya mengenai permasalahan yang dihadapi oleh sebuah institusi.